Home » Perilaku Makan Anak Autis Dan Cara Mengatasinya

Perilaku Makan Anak Autis Dan Cara Mengatasinya

Umumnya, anak autis cenderung memilih jenis makanan yang akan dikonsumsi. Perilaku makan anak autis seperti membenci beberapa jenis makanan tertentu, menyukai makanan tertentu dan juga pola mengunyah yang sangat lamban. Pola perilaku ini membuat anak autis sulit menerima makanan baru yang berujung sulit untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Gejala ini dikhawatirkan membawa banyak penyakit akibat kelebihan atau kekurangan zat gizi tertentu. Anak autis biasanya mengidap malnutrisi, gizi buruk atau obesitas. Para orang tua harus pintar dalam mencari cara agar anak autis dapat mudah menerima makanan untuk kebutuhan nutrisinya.

Cara Mendeteksi Perilaku Makan Anak Autis

Sebelum memberi berbagai jenis makanan yang mengandung gizi, adakalanya orang tua dianjurkan memeriksa perilaku makan anak autis terlebih dahulu. Tujuan ini untuk mengetahui apakah mereka menghindari jenis makanan tertentu atau bagaimana perasaan mereka saat mencoba makanan tertentu.

Langkah ini didukung dengan menggunakan kuesioner yang dibuat oleh masing-masing orang tua dirumah. Poin yang perlu diperhatikan diantaranya:

  • Apakah anak dapat atau suka mencicipi makanan yang baru mereka ketahui?
  • Apakah anak mudah sekali kenyang bahkan saat makanan belum habis?
  • Apakah anak banyak memakan sesuatu saat sedang merasa bahagia?
  • Apakah anak makan perlahan?
  • Apakah anak banyak memakan sesuatu saat sedang merasa khawatir?
  • Apakah anak membutuhkan waktu 30 menit untuk menghabiskan makanan?
  • Apakah anak menyukai berbagai jenis makanan?
  • Apakah anak tertarik mencoba makanan yang baru ditemuinya?
  • Apakah anak memiliki sisa makanan pada mulutnya setiap selesai makan?
  • Apakah anak tidak banyak makan saat sedang marah?

Kuesioner ini dapat dijawab dengan pilihan selalu, sering, kadang, jarang dan tidak pernah. Dari situ kita dapat memulai rencana untuk merubah perilaku makan anak autis.

Baca : https://agrospora.com/terapi-aba-ft-beras-mentik-susu-organik/

Bagaimana Cara Membujuk Anak Autis Untuk Makan Sesuai Dengan Anjuran

Anak autis tidak berbeda dengan anak normal lainnya karena sama sama membutuhkan makanan yang sehat, tanpa pengawet dan pestisida. Makanan yang tepat dipercaya dapat memperbaiki pola komunikasi anak, perilaku anak dan mencegah adanya gangguan pencernaan.

Lalu bagaimana cara membujuk anak autis? Perilaku makan anak autis yang terkesan pemilih akan menyulitkan para orangtua untuk memberikan jenis makanan terbaik. Namun ada hal yang dapat menjadi referensi untuk para orangtua agar anaknya dapaf makan dengan lahap namun gizi tercukupi.

Orangtua dapat mulai berinovasi dengan berbagai jenis makanan sehat agar terkesan tidak membosankan. Banyak resep yang bertabur di internet yang bisa menjadi ide untuk membuat makanan menarik. Anak autis tetaplah anak yang melihat sesuatu dari visualisasinya terlebih dahulu. Setelah itu mereka akan menyukai jenis makanan sehat tanpa pilih-pilih lagi. Jangan takut untuk kegagalan pertama ya!

Fakta Tentang Diet Free Gluten Bagi Anak Autis

Perilaku makan anak autis biasanya disiasati dengan diet yang dibimbing oleh dokter atau orang tua masing-masing. Diet yang dianjurkan adalah diet bebas gluten dan kasein, namun tentu bukan hal mudah untuk menerapkannya.

Gluten merupakan jenis bahan yang wajib dihindari anak autis karena dapat memicu penyakit lain. Gluten biasanya ditemukan pada bahan makanan yang berasal dari gandum atau jagung. Namun, ada jenis beras yang memang tidak mengandung gluten atau gluten free, seperti pada beras mentik susu yang ada di http://gerai.agrospora.com. Karena dibudidayakan dengan sistem organik, maka beras ini juga bebas pestisida.

Sedangkan Kasein akan memacu kecanduan pada anak autis dan menghambat pencernaan. Zat probiotik akan membantu anak autis terbebas dari infeksi khususnya di sistem pencernaan. Disarankan untuk mengonsumsi buah dan sayur, terutama jika dalam keadaan mentah atau setengah matang.

Setelah mengetahui bagaimana perilaku makan anak autis dan cara mengatasinya, semoga para orangtua tetap semangat membimbing anak sampai mereka dapat hidup mandiri. Pada akhirnya, orangtua lah kunci dari sukses atau gagalnya suatu proses yang dijalani anak. Tetap pilih beras organik di http://gerai.agrospora.com

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published.